50 Tanggapan

  1. td bingung bikin emailnya n blognya.dh aktif blm y pak

  2. endah novya dewi
    Bij006127
    pg menjelang siang pak..
    pak bkinnya gampang2 susah ya….tp asyik jg…
    jd pingin internetan trs…heee…..

  3. PATMI INDRIASTUTI
    BIJ006125
    met siang pa Hendro
    pa bikin blog@nya KEMAREN malem KO EROR YA……. jd ak baru bkin nih
    thanks for alll ya…….

  4. B1J005143
    ha..haha…
    cah pinter aku

  5. B1J006145
    Sandi ganteng hehehe…

  6. nggarap2 !

  7. Nama : Didi Susanto
    Nim : BIJ006181
    NO HP: 085647757918

  8. Nama : Didi Susanto
    Nim : BIJ006181
    NO HP: 085647757918

  9. Christina Desy Ekaresti
    B1J006119
    08562647714

    Huuiii… Pak Hendro!bru ksh comment nih…muphz yo pak,pdhl c dh buat blog dr kmrn…..he

  10. elang
    B1J006183
    085647804935

  11. Pak, tugas banyak banget nyari jurnal susah, pa lagi kalo dosennya banyak maunya, yang indo, inggris, tahunnya up to date, pusyingggg. kayanya kita butuh situs2 tentang jurnal tumbuhan, hewan or sebangsanya. makasih pak thax b4 after.

  12. ass.. pak hendro..
    besok kuis y…?
    yg gampang y pak…oce
    makacih pak…

  13. pak masa dapat jelek c kuis q!!!!!!!!

  14. Ya iya lah…sesuai janji..besok kuis algae…ya….kalau gampang pasti..lah..bikin soalnya…nah kalau nJawab…saya gak janji..ya…he..he..

  15. Waduh coe4t8…lagi curhat…apa ngambek..nih… Idea bagus juga tuh…kalau..bisa bikin situs..yang di dalamnya link ke journal tumbuhan, hewan, dan teman2nnya…..Mungkin..blog A2 bisa mulai tuh…. tapi apa mungkin….ya..adminnya aja….sedang pusyinggg juga….

  16. wahhhhhhhh tugasnya bkn kt jadi ymbah krn ya……

  17. Untuk warga DNA-2 ‘06 Fabio UNSOED, kunjungilah blog kita [kita ???!!!].

    Sudah ada link website untuk jurnal tentang hewan dan mikro (di halaman ,,, JOURNAL(s) ,,, ).

    Walaupun belum lengkap, lumayan lah ,,,

    Thanx 4 ur attention ,,,

    DNA-2 ‘06 Fabio Unsoed

  18. bapak masuk ke blog spot saya ya pak..
    alamatnya …. http://www.danest-elyn.blogspot.com

  19. Elyn…saya udah kasih komentar di blogspot Elyn…OK juga…ada fotonya… tapi kok..belum menampilkan foto di wordpress….apa ya? Soalnya ketika kamu memberi komentar belum ada fotomu… Cobalah sekali-kali kunjungi…. http://biotekfaunsoed.wordpress.com/

  20. pak,saya kok ngganti foto ga bisa2 ya? masuknya ke edit profil kan, terus diganti avatarnya bukan? habis itu diperbaharui kan ya pak? tapi tetep aja ga masuk. kasih tau cara yg bnr donk pak….makasih.

  21. pak, ga jadi denk…. ternyata udah masuk. he he he …………..

  22. Ass..
    Pak met pagi pak…
    pak mo tanya, selain tugaznya di upload di Blog qt sendiri, di Blog Micro jg g pak?
    klo iya, dmn pak?
    makacih…
    keep smile y pak…

  23. Laporan tugas terstruktur HARUS diupload di blog mikrobiolunsoed selain di blog sendiri. Jika tidak sesuai jadual upload maka tidak akan dinilai.

  24. Ass..
    Pak TT saya udah saya upload, Udah masuk belum y pak?
    klo udah kasih tw y pak (sms)
    makacih.

  25. pak hendro makasih ya…??!!
    kalo ga ada pak hendro kin jadi ga bisa ap2
    pak semangat buat nyebarin semua pengalaman bpk ke ank2 kls A2 ya…??!!”

  26. Ass…
    bapak saya udah ngupload tugasnya…
    tp ko ga bisa rata kanan ya pak?
    bls y pak

  27. Ya Eka saya ngikut edit…maaf ya…saya gangguin Eka..nih..maksudnya supaya agak kelihatan rapi….Maaf ya jangan marah…ya…

  28. Siaaaaaaaap pakkkkkkk..!!!
    eka ga marah ko. malah makacih bgt dah di editin ma bpk…
    tp formatnya dh bener kan pak?
    ydh, mkch pak..

  29. Ya udah benar…malah bagus…banget …A2 memang OK…

  30. Siang menjelang sore P.Hendro..????!”
    makachi ya pak…atas waktu dan ilmu yang bapak berikan…??!
    dan makachi jg bpk dah edit tugas dewi…”
    gimana pak..nyambung ga..???”
    tugasnya kurang ap pak..??!”

  31. Ass… Pak hendro..
    Maaf y tgznya eka edit, td da yg blm dimiringn tulisannya. Sklian gnti fotony jg biz rada burem pak, gpp kn pak? numpang narsis sklian di Blog, hee333…
    tp fotonya bgz kn pak? he3xx
    O y pak, yah bpk g ngajar lg y? yah jd sedih, tp yg plng pnting msh bs ktmu bpk/msh bs konsutasi ma bpk jg…
    sx lg makacih bgt pakkkk…….
    SEMANGAT y Pak…

  32. Ya Eka….fotomu yang baru ..kok..agak gelap…ya …sepertinya bagusan …yang dulu…dech..
    Ya…boleh nanti kita belajar bersama-sama…ya…

  33. Dani…internet di S2 off… saya di Puskom sama Elang…..sekarang

  34. Menaggapi pertanyaan dan komentar Saudari Kuat Prabawati atas review yang berjudul Identifikasi Enterobacter sakazakii Sehubungan Dengan Spesies Enterobacter Dan Citrobacter muncul beberapa pertanyaan antara lain:
    1. Secara taksonomi, E. sakazakii itu seperti apa?
    2. Apa itu tipe Enterobacter sakazakii urutan16S rDNA?
    3. Hasil identifikasi kenapa E. sakazakii dikatakan serupa dengan Cirobacter koseri atau dengan Enterobacter cloacae atau pun C. freundii?
    4. Mengapa bakteri E. sakazaki ini dapat menimbulkan sejumlah penyakit seperti peradangan saluran pernafasan bahkan meningitis?
    5. Zat atau bagian apakah pada E. sakazaki yang dapat menyebabkan penyakit tersebut?
    6. Gejala-gejanya penyakitnya seperti apa???
    Bakteri Enterobacter sakazakii baru dinyatakan sebagai spesies tersendiri pada 1980 oleh Farmer dkk. Namanya E. sakazakii, untuk menghormati ahli taksonomi bakteri Jepang, Dr Riichi Sakazakii (1920-2002). Klasifikasi dari bakteri ini yaitu:
    Kingdom : Bacteria
    Filum : Proteobacteria
    Kelas : Gamma Proteobacteria
    Ordo : Enterobacteriales
    Famili : Enterobacteriaceae
    Genus : Enterobacter
    Enterobacter sakazakii pertamakali ditemukan pada tahun 1958 pada 78 kasus bayi dengan infeksi meningitis. E. sakazakii adalah suatu kuman jenis gram negatif dari family enterobacteriaceae. E. sakazakii merupakan salah satu patogen yang pada tahun 1980 dipisahkan dari spesies Enterobacter cloacae, berdasarkan pada genetik penyusunnya, perbedaan analisa hibridasi DNA, reaksi biokimia dan uji kepekaan terhadap antibiotika. Disebutkan dengan hibridasi DNA menunjukkan E sakazakii 53-54% dikaitkan dengan 2 spesies yang berbeda genus yaitu Enterobacter dan Citrobacter. Sebelumnya E. sakazakii dikenal dengan yellow-pigmented cloacae yang pertama kali dilaporkan oleh Pangalos (1929). E. Sakazakii dimasukkan dalam tren perkembangan patogen dunia sejak tahun 2005 dan banyak diulas oleh para peneliti dari seluruh dunia. E. sakazakii menjadi perhatian karena tingkat mortalitas yang tinggi (40-80%) pada bayi yang baru lahir (0-6 bulan), terutama sekali bayi prematur atau yang memiliki imunitas lebih rendah dari rata-rata bayi-bayi lainnya.
    Penelitian tahun 2007, beberapa peneliti mengklarifikasi kriteria taxonomy dengan menggunakan cara lebih canggih yaitu dengan f-AFLP, automated ribotyping, full-length 16S rRNA gene sequencing and DNA-DNA hybridization. Hasil yang didapatkan adalah klasifikasi alternative dengan temuan genus baru yaitu Cronobacter yang terdiri dari 5 spesies. Hingga saat ini tidak banyak diketahui tentang virulensi dan daya patogeniotas bakteri berbahaya ini. Bahan enterotoxin diproduksi oleh beberapa jenis strains kuman. Dengan menggunakan kultur jaringan diketahui efek enterotoksin dan beberapa strain tersebut. Didapatkan 2 jenis strain bakteri yang berpotensi sebagai penyebab kematian, sedangkan beberapa strain lainnya non-patogenik atau tidak berbahaya.
    E. sakazakii berkembangan optimal pada kisaran suhu 30-40°C. Waktu regenerasi bakteri ini terjadi setiap 40 menit jika diinkubasi pada suhu 23°C, yang tentunya akan sedikit lebih cepat pada suhu optimum pertumbuhannya. Kontaminasi satu koloni E. Sakazakii memiliki peluang hidup maksimum sebesar 6.5% untuk dapat berkembang hingga mencapai jumlah yang signifikan (1 juta sel/g produk) dalam waktu maksimal 100 jam pada suhu 18-37°C. Artinya, apabila 1 sel hidup E. sakazakii mengkontaminasi produk susu formula pada proses produksi. Hanya dalam 5 hari, produk tersebut telah menjadi sangat berbahaya bagi bayi
    Selain bersifat invasif, E. sakazakii juga memproduksi toksin (endotoxin) yang juga berbahaya bagi mamalia yang baru lahir dan belum memiliki sistem kekebalan yang baik. Ada kecurigaan bahwa bakteri ini bersifat airborne (mengkontaminasi lewat udara) pada industri susu dan rumah tangga. Gejala keracunan yang ditimbulkan oleh susu formula bayi tidak disebabkan oleh komponen biokimia atau bahan yang terkandung di dalamnya. Manusia dapat mengalami gejala keracunan karena susu tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri. Susu dapat menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri, karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang juga diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang.
    Meskipun infeksi karena bakteri ini sangat jarang, tetapi dapat mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya sampai dapat mengancam jiwa, di antaranya adalah neonatal meningitis (infeksi selaput otak pada bayi), hidrosefalus (kepala besar karena cairan otak berlebihan), sepsis (infeksi berat) , dan necrotizing enterocolitis (kerusakan berat saluran cerna). Sedangkan pada beberapa kasus dilaporkan terjadi infeksi saluran kencing. Secara umum, tingkat kefatalan kasus atau resiko untuk dapat mengancam jiwa berkisar antara 40-80% pada bayi baru lahir yang mendapat diagnosis infeksi berat karena penyakit ini. Infeksi otak yang disebabkan karena E. sakazakii dapat mengakibatkan infark atau abses otak (kerusakan otak) dengan bentukan kista, gangguan persarafan yang berat dan gejala sisa gangguan perkembangan.
    Sifat bakteri ini invasif dan memproduksi endotoksin dan zat beracun yang disebut enterotoksin. Bakteri ini tergolong ganas karena kemampuannya dalam memengaruhi bakteri lain, misalnya Escherichia coli, untuk memproduksi racun yang sama. Menurut dr. Dwi Wastoro Dadiyanto, SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, gejala yang dapat timbul pada manusia akibat infeksi bakteri ini antara lain:
    1. Nafsu makan hilang
    2. Suhu tubuh terganggu.
    3. Jika berat, infeksi dapat mengakibatkan meningitis (radang selaput otak) sehingga dapat mengganggu sistem saraf pusat.
    Gejala-gejala lain yang dapat terjadi pada bayi atau anak di antaranya adalah diare, kembung, muntah, demam tinggi, bayi tampak kuning, kesadaran menurun (malas minum, tidak menangis), mendadak biru, sesak hingga kejang. Bayi prematur, berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram) dan penderita dengan gangguan kekebalan tubuh adalah individu yang paling beresiko untuk mengalami infeksi ini. Meskipun juga jarang bakteri patogen ini dapat mengakibatkan bakterimeia dan osteomielitis (infeksi tulang) pada penderita dewasa. Pada penelitian terakhir didapatkan kemampuan 12 jenis strain E. sakazakii untuk bertahan hidup pada suhi 58 C dalam proses pemanasan rehidrasi susu formula.
    E. sakazakii merupakan bakteri yang berkoloni di dalam saluran pencernaan manusia dewasa. Spesies Enterobacter ini dapat ditemukan di produk pangan lain selain susu formula: keju, daging, sayuran, biji-bijian, kondimen dan bumbu-bumbuan. Selain E. sakazakii, bakteri lain yang sering mengkontaminasi susu formula adalah Clostridium botulinu,Citrobacter freundii, Leuconostoc mesenteroides, Escherichia coli Salmonella agona, Salmonella anatum, Salmonella bredeney, Salmonella ealing, Salmonella Virchow, Serratia marcescens, Salmonella isangi dan berbagai jenis Salmonella lainya.

    PROSES PENCEMARAN
    Terjadinya kontaminasi bakteri dapat dimulai ketika susu diperah dari puting sapi. Lubang puting susu memiliki diameter kecil yang memungkinkan bakteri tumbuh di sekitarnya. Bakteri ini ikut terbawa dengan susu ketika diperah. Meskipun demikian, aplikasi teknologi dapat mengurangi tingkat pencemaran pada tahap ini dengan penggunaan mesin pemerah susu, sehingga susu yang keluar dari puting tidak mengalami kontak dengan udara.
    Pencemaran susu oleh mikroorganisme lebih lanjut dapat terjadi selama pemerahan (milking), penanganan (handling), penyimpanan (storage), dan aktivitas pra-pengolahan (pre-processing) lainnya. Mata rantai produksi susu memerlukan proses yang steril dari hulu hingga hilir, sehingga bakteri tidak mendapat kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam susu. Peralatan pemerahan yang tidak steril dan tempat penyimpanan yang tidak bersih dapat menyebabkan tercemarnya susu oleh bakteri. Susu memerlukan penyimpanan dalam temperatur rendah agar tidak terjadi kontaminasi bakteri. Udara yang terdapat dalam lingkungan di sekitar tempat pengolahan merupakan media yang dapat membawa bakteri untuk mencemari susu. Proses pengolahan susu sangat dianjurkan untuk dilakukan di dalam ruangan tertutup.
    Manusia yang berada dalam proses pemerahan dan pengolahan susu dapat menjadi penyebab timbulnya bakteri dalam susu. Tangan dan anggota tubuh lainnya harus steril ketika memerah dan mengolah susu. Bahkan, hembusan napas manusia ketika proses pemerahan dan pengolahan susu dapat menjadi sumber timbulnya bakteri. Sapi perah dan peternak yang berada dalam sebuah peternakan harus dalam kondisi sehat dan bersih agar tidak mencemari susu. Proses produksi susu di tingkat peternakan memerlukan penerapan good farming practice seperti yang telah diterapkan di negara-negara maju.

    YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH MASYARAKAT ADALAH
    1. Kontaminasi Enterobacter sakazakii berbahaya bagi bayi usia 0-6 bulan dan merupakan ancaman bagi bayi pada usia 6-12 bulan, terutama bayi lahir prematur atau bayi dengan daya tahan rendah.
    2. Tidak perlu cemas karena keberadaan E. sakazakii di dunia dan di Indonesia hanya berada pada kisaran rendah (20%) dari populasi produk susu formula, dapat ditemukan secara sporadis, tidak tergantung dari brand produk tersebut.
    3. E. sakazaki banyak pula ditemukan pada produk lainnya seperti keju, daging, hingga sayuran.

    SARAN YANG DAPAT DIIKUTI
    Adapun saran pencegahan yang saat ini dapat dilakukan oleh para konsumen adalah:
    1. Bila sebelumnya susu bayi cukup dicampur dengan air hangat, maka sekarang cobalah untuk merendam susu bubuk dengan air panas (85-100°C) selama 1-2 menit sebelum ditambahkan air dingin untuk mereduksi jumlah koloni hidup bakteri.
    2. Tidak menggunakan produk susu bubuk yang kemasannya telah terbuka cukup lama (lebih dari 8 hari) atau dibeli dalam kemasan yang sudah tidak baik atau bocor.
    3. Simpanlah susu bubuk yang telah dibuka kemasannya di dalam lemari pendingin (suhu <5°C) untuk mencegah pertumbuhan mikroba, bukan hanya E. sakazakii.
    4. Cucilah bahan makanan yang biasa dimakan mentah dengan sanitiser, bukan hanya air mengalir, untuk mereduksi kontaminasi mikroba pada bahan pangan tersebut.
    5. Konsultasikan dengan dokter/tenaga medis terhadap penggunaan susu formula bagi bayi berusia 0-6 bulan, terutama sekali bayi lahir prematur atau yang memiliki daya tahan lemah.
    6. Waspada terhadap gejala demam dan diare yang merupakan indikasi infeksi, apapun mikroorganismenya, bukan hanya E. sakazakii.

    JURUS SAKTI PENAKLUK E. SAKAZAKII
    Agar terhindar dari infeksi bakteri E. sakazakii, usahakanlah untuk memberikan ASI eksklusif untuk bayi. Percayalah, hanya ASI yang terbaik untuk buah hati tercinta kita. Namun bila terpaksa memberikan susu formula, ada beberapa cara yang direkomendasikan oleh WHO (2007) untuk mengurangi kemungkinan tercemarnya susu bubuk atau susu formula yang kita beli:
    1. Siapkanlah susu di daerah atau tempat yang benar-benar bersih (higienis).
    2. Cucilah tangan sebelum mempersiapkan susu.
    3. Rebuslah botol minuman bayi terlebih dahulu sampai mencapai suhu 100 derajat celcius sebelum digunakan.
    4. Buatlah susu untuk sekali minum, usahakan jangan sampai ada sisa sedikitpun, bila tersisa, hendaknya langsung dibuang.
    5. Didihkanlah air hingga mencapai suhu 70 derajat Celcius, barulah dicampur dengan susu formula.
    6. Usakanlah agar susu yang telah dibuat dapat dihabiskan maksimal dalam waktu 4 jam setelah dibuat. Bila tidak segera diminum, simpanlah di kulkas atau tempat yang bersuhu di bawah 10 derajat Celcius. Jangan berikan pada buah hati kita bila disimapn sudah lebih dari 24 jam.
    7. Bersihkan dan rebuslah (sterilkan) peralatan untuk mempersiapkan makanan bayi kita secara rutin dan teratur.

    Milk Contaminants in infant formula that caused infections
    Contaminant Number of Outbreaks
    Bacteria
    Clostridium botulinum one infection? ( UK , 2001)
    Enterobacter sakazakii several (various countries)
    Salmonella agona one ( France , 2005)
    Salmonella anatum one (UK / Europe, 1996)
    Salmonella bredeney two (Australia, 1977; France / UK, 1988)
    Salmonella ealing one ( UK , 1985)
    Salmonella london one ( Korea , 2000)
    Salmonella tennessee one (USA / Canada, 1993)
    Salmonella virchow one ( Spain , 1994)

    Contaminants in infant formula that caused infections in hospitals
    Contaminant Number of Outbreaks
    Citrobacter freundii one
    Enterobacter sakazakii and Leuconostoc mesenteroides one
    Enterobacter sakazakii **** several
    Escherichia coli one
    Salmonella isangi one
    Salmonella saintpaul one
    Serratia marcescens one

    Demikian sedikit informasi yang dapat saya berikan. Untuk pertanyaan yang belum bisa saya jawab, akan digahas pada lain waktu atau bisa tanyakan langsung ke Bapak Dr. Hendro Pramono, MS. selaku dosen mata kuliah mikrobiologi dasar…hehe

  35. ayahhhhhhhhh………

    jadwaL UPload dsTY kan msh lama

    mhoon dingetin ya yah.

    abize suka lupa ciiiiiiiiiiihhhhhhh…

    duh lg ngenet nih yah jdne pgn mesy2 tyuzzz

    jg lg nyambi testinan ni yahhh,…

    abize asyik c yahhhh……..

  36. Ya…nanti saya ingatkan …ya…OK akan saya SMS gini: Desty….kamu sudah terlambat …jadi…nilai tugas terstruktur..saya sudah kurangi…he…he….

  37. bapak…….titik pusing ni pak, ga bisa plng2,dah pngen plng ni pak….
    Intinya….
    Pak,titik boleh pulang dulu y pak sebelum jawab sanggahan tugas terstrukturku, kamis upload jawabannya ya pak…….Boleh kan pak,,,,Terima kasih.

  38. pak komentar saya ke citra udah masukan pak?

    mav pak agak telat coz lagi mumet praktikum…..

    ohya pak kmaren ank2 pada mau ngejain lulu waktu kul mikrobio coz lulukan ultah, tapi dosena ga bisa akting, jadinya ga tapi sukses dehh..
    ” coba kalau sama bapak pasti sukses deh..hheehee…”

    pak A2 selalu merindukan bapakhehe..

    pak makacih kemaren dah diingetin wat coment…

    by.
    Fuady Hasan yang ganteng hehe..

  39. Assallamu’alaikum…
    Met malam pak…
    Pak, Ari mau tanya.
    kok komen ari lom keluar di tugasna didi c pak??
    Ari kan udah pernah komen…
    gimana dunkz pak??
    mkch pak…

  40. Wass.
    Ari silakan kamu comment [tanya] lagi…ya!! Mudah-mudahan Didi masih ingin melanjutkan menyelesaikan tugas terstruktur setelah nilai dia saya kurangi…

  41. mlm pak…

    pak klw mau jawab pertanyaan dari penyanggah dmn?

  42. yang pnya hanif bnr ga pak?

  43. Kamu lihat di jadual upload tugas terstruktur..kamu cari tulisan kamu sesuai dengan kateoori tulisan..di sidebar bagian atas kanan..kamu klik..aja..dan kemudian kamu pilih kategori tulisan kamu…microbial taxonomy…nah tulisan kamu akan masuk dalam kelompok itu beserta 8 tulisan teman yang lain…

  44. makasih ya pak,……

  45. Ya sama-sama Fuady…sekali lagi terima kasih…Fuady telah menyumbang batu dedikasi untuk fondasi situs yang sedang kita bangun bersama-sama ini….

  46. Asss…. bapak td eka kS2 tp ko g liat bpk y pak?
    oy pak, comment eka dah 4 ny.. klo nambah 1 masih bisa pak? tolong bpk liat comment eka y…
    makacih pak…

  47. ayahku…
    saya udah jawab pertanyaan
    jadi ntar g usah ke S2 g pa2 kan..?????????
    lagian juga mbok diusir kya kmrin lg bru juga jm 9 udah disuruh plg
    he he he……..
    g ding ntar mau ngerjain laporan yah………

  48. pak hendro….maaf banget kemaren saya ga bisa upload!!!saya ga nemu warnet yang deket!!!tapi Alhamdulillah setelah saya muter-muter di kota Surabaya saya nemu warnet!!!jadi maaf sekali kalau tanggapan saya atas jawaban Diah Ayu terhadap pertanyaan saya, terlambat 1 hari!!!!
    maaaf…ya pak

  49. Ass.. pak..
    saya asih B2

  50. Wass. Terima kasih Asih udah mau komen di blog ini, dan fotonya udah bisa mejeng lagi…. wah keren habis…dech… tapi nanti komen di blog biomol ya…

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.