Perbandingan Media untuk Isolasi Enterobacter sakazakii
Enterobacter sakazakii kadang-kadang ditemukan dalam susu formula bubuk dalam kadar yang rendah. E. sakazakii tidak dapat tumbuh dalam media standar yang biasanya untuk tumbuh Enterobacteriaceae dan coliform bacteria. Ada 3 media yang digunakan untuk mengisolasi E. sakazakii yaitu Enterobacteriaceae enrichment broth (EE), E. sakazakii selective broth (ESSB) dan modified lauryl sulfate broth (mLST). Selain media ini, ada satu media yang sangat memungkinkan bagi E. sakazakii untuk berkembang optimal. Media yang dimaksud adalah E. sakazakii enrichment broth (ESE).
Dari penelitian, 100% E. sakazakii tumbuh pada medium ESE , sedangkan pada medium lain ( EE, ESSB, mLST) 2-6% tidak tumbuh dan berkembang. Bakteri ini diproses oleh aktivitas α-glucosidase, nomor seleksi dan chromogenic agar dan di isolasi berdasarkan enzim yang dikembangkan. Dalam Tryptone Soya Agar (TSA) yang diletakkan pada suhu 25oC, sekitar 2% bakteri sakazakii yang tidak membentuk pigmen warna kuning. ESE diformulasikan untuk mendukung perkembangan E. sakazakii. Sebagian besar E. sakazakii tidak mengandung α-glucosidase-positif tetapi mengandung α-glucosidase-negatif sehingga dapat dibedakan dalam chromogenic agar. E. sakazakii berkembang seluruhnya dalam ESE pada suhu 37oC tapi 2-4% strains E. sakazakii tidak terdeteksi dalam EE. Semua strains membentuk koloni yang berwarna merah dalam violete red bile glucose agar (VRBGA) dan violete red bile lactose agar (VRBGL). Pada suhu 37o C dan 44o C, 99% dari E. sakazakii tumbuh dalam Druggan-Forsythe-Iversen (DFI) dan hanya 96% yang tumbuh dalam E. sakazakii Isolation Agar (ESIA).
Ari Wijayanti
B1J006133
Comparison of Media for the Isolation of Enterobacter sakazakii
DIarsipkan di bawah: Nutrition of Microorganisms




pertanyaan:
1. Enterobacter sakazakii kadang-kadang ditemukan dalam susu formula bubuk dalam kadar yang rendah, mengapa demikian, tolong jelaskan lebih lanjut!
2. Dari penelitian, 100% E. sakazakii tumbuh pada medium ESE , sedangkan pada medium lain ( EE, ESSB, mLST) 2-6% tidak tumbuh dan berkembang. sebenarnya siapa sih yang meneliti?
3. E. sakazakii tidak dapat tumbuh dalam media standar yang biasanya untuk tumbuh Enterobacteriaceae dan coliform bacteria mengapa demikian dan apa perbedaannya?
Terima kasih atas pertanyaannya. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda.
1. Karena Enterobakter sakazakii kadang mengkontaminasi susu bubuk formula. Ditemukan dalam kadar yang rendah karena susu bubuk formula bukan media yang baik untuk perkembangbiakan bakteri ini. Bakteri ini akan tumbuh dengan baik pada medium ESE yang terbuat dari disodium hydrogen phosphate (6.5 g), potassium dihydrogen phosphate (2.0 g), yeast extract (1.5 g), neutralized peptone (4.0 g), base tryptone (12.0 g), sodium chloride (4.0 g), sucrose (100.0 g), and sodium deoxycholate (0.5 g).
2. Yang melakukan penelitian tersebut adalah Carol Iversen and Stephen J. Forsythe.
3. E. sakazakii tidak dapat tumbuh dalammedia standar yang biasanya untuk tumbuh Enterobactericeae dan coliform bacteria karena E. sakazakii memerlukan media yang kaya akan nutrisi seperti ESE. Perbedaan media pertumbuhannya ada pada komposisi penyusunnya. Enterobacteriaceae dan coliform bacteria dapat tumbuh pada media EE sedangkan E. sakazakii tumbuh pada medium ESE.
1. Dari penelitian, 100% E. sakazakii tumbuh pada medium ESE , sedangkan pada medium lain ( EE, ESSB, mLST) 2-6% tidak tumbuh dan berkembang.
Pertanyaanya adalah hal apa yang dapat membuktikan bahwa E. sakazaki tumbuh 100% pada media tersebut?
2. Bakteri ini diproses oleh aktivitas α-glucosidase, nomor seleksi dan chromogenic agar dan di isolasi berdasarkan enzim yang dikembangkan.
yang dimaksud dengan nomor seleksi apa sih?
satu lagi pertanyaannya! enzim yang berkembang/dikembangkan apa?
1.Yang membuktikan 100% bakteri tumbuh pada medium ESE adalah pada bagian hasil dalam jurnal (results) di sebutkan semua (117 E. sakazakii) tumbuh dengan baik dalam medium ESE pada suhu 37 derajat celcius. Hal tersebut juga dapat di lihat dalam diagaram hasil penelitian.
2.Yang di maksud dengan nomor seleksi adalah nomor yang di berikan pada sampel bakteri yang di gunakan dalam percobaan. Sedangkan enzim yang di kembangkan adalah α-glucosidase. Dari penelitian di dapat ada bakteri yang menghasilkan enzim α-glucosidase positif dan enzim α-glucosidase negatif
halo Ari? sudah saatnya Elang untuk menanggapi dari semua pernyataan yang Ari tulis pada tugas terstruktur ini.
Dilihat dari judul yang Ari buat dengan judul artikel yang didapat sudah cukup sesuai.
Mengenai isi yang Ari muat dalam tugas ini sudah baik, namun oleh pembaca masih sulit dipahami (dalam pemakaian bahasa dan istilah) serta pembahasannya masih sangat umum, jika dalam segi ejaan masih ada yang kurang tanda baca (misal koma dan sepasi).
Makacih Elank atas penilaian yang kamu kasih.
Tugas Ari, pembahasannya masih umum dan susah dipahami ya?? ya, maklum ari kurang bisa mereview jurnal, palagi yang pakai bahasa inggris. (Udah lama ga di Inggris c… He…He…He…
Masih umum soalnya ga bisa dibahas secara detail kan terbentur sama aturan yang harus ditulis antara 100-200 kata.
Sulit dipahami itu emang dari jurnal istilahnya udah begitu.
Soal kurangnya tanda baca menurut aku udah sesuian. Bisa disebutin bagian mana yang tanda bacanya kurang g?
hai ari iya aku minta maaf kalo bahasa dr aku kurang dipahami oh ya mengenai judul sebenarnya ci aku ingin menitik beratkan pada metode nya dan seharusnya aku ga pk judul itu mengenai foto iya aku salah trus makaci bnget udah kc semangat…trus emang aku bikin itu cepet cepet ci hbs br tau dr tio ya udah aku trnslet dan aku ambil nilai penting nya aja abis di jurnal lebih dijelasin kearah metodenya….mkc sekali lg
Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!